Things worth telling about

....

  1. Pada 1 September 1958 di Jember ini didirikan sebuah Sekolah Kejuruan  Menengah atas yang dinamakan STM SWASTA dengan maksud merintis berdirinya STM Negeri di Kabupaten Jember (bahkan di eks Karesidenan Besuki), karena belum ada satupun STM saat itu guna menampung lulusan ST yang ingin melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.
  2. Pada tahun 1960 berdirilah STM Negeri Jember yang bukan peralihan dari STM SWASTA yang sudah ada sebagai rintisannya, sehingga STM  SWASTA yang saat itu dipimpin Kepala Sekolah Bapak R. Soemitro tetap berjalan terus.
  3. Pada tahun 1968 STM SWASTA diubah namanya menjadi STM SWADAYA yang saat itu dipimpin Kepala Sekolah Bapak R. Soesanto Hadiwardojo.
  4. Pada tahun 1969, akibat peraturan pemerintah yang mewajibkan sekolah swasta harus dilindungi oleh suatu yayasan, karena STM SWADAYA belum mempunyai yayasan, maka dimintalah Yayasan Pendidikan Berdikari Surabaya (Drs. Suprapto) bersedia menaungi STM SWADAYA, dan untuk itulah sejak saat itu nama sekolah diubah menjadi STM BERDIKARI.
  5. Tahun 1970 STM Berdikari Jember dipimpin oleh Kepala Sekolah Bapak Matroechan, BA, yang kemudian menjabat Kepala STM Negeri Jember dan dikemudian hari juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Teknologi Swadaya yang dibentuk tahun 1971 sebagai tindak-lanjut peraturan pemerintah demi  melindungi STM Berdikari Jember dengan Ketua Bapak Letkol Purn. R. Abdul Latief dan mendapatkan status DIAKUI dalam akreditasi  sekolah pertama kali.
  6. Pada tahun 1975, akibat takut dengan peraturan pemerintah yang tidak mengijinkan sekolah swasta yang tidak memiliki gedung sendiri menerima murid, maka STM Berdikari pun tidak menerima siswa baru tingkat I. Dan dari sekolah se Jawa Timur hanya 2 (dua) sekolah yang melakukan, yaitu : STM Berdikari Jember dan STM Pindad Turen-Malang.
  7. Tahun 1978 di bawah kepemimpinan Bapak Ir. Soemarso yang menjabat Kepala Sekolah sejak tahun 1975, STM Berdikari mulai membangun  gedung di Jalan Jambu sebagaimana yang ada sekarang ini dengan  bangunan dari Ruang 1 hingga Ruang Aula (berbentuk L) dan hingga akhir kepemimpinan beliau yang meninggal dunia 8 Maret 1991 dimulai perintisan bangunan Kantor dan Ruang Guru yang sekarang sudah ada ini.
  8. Tahun 1992 di bawah kepemimpinan Bapak Moesidjan yang menjabat Kepala Sekolah sejak 9 Maret 1991, bangunan Kantor dan Ruang Guru mulai dibangun dan diselesaikan, selanjutnya dibangun pula Ruang Praktik dasar Jurusan Mesin dan Praktik kayu Bangunan serta pembangunan pondasi bangunan ruang tambahan (bagian barat) sebanyak 3 lokal yang penyelesaian bangunannya tidak sempat beliau nikmati, karena beliau meninggal dunia 12 Mei 1995. Pada periode tahun-tahun ini Kepengurusan Yayasan Pendidikan Teknologi Swadaya mengadakan perubahan kepengurusan dengan Ketua Yayasan dijabat oleh Bapak Matroechan, BA.
  9. Kevakuman yang terjadi semenjak Bapak Moesidjan meninggal dunia, diisi oleh Mochammad Taufiq. BE yang saat itu menjabat Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum dan secara definitif diserahi tugas sebagai Kepala Sekolah oleh yayasan sejak 1 Juli 1995 dan menjabat hingga tahun 2004.
  10. Tahun 1995-1996 Sekolah/Yayasan berhasil mewujudkan penambahan ruang teori sebanyak 3 (tiga) lokal dari pondasi yang telah ada dan membangun  ruang BP dan kamar Mandi/WC di sebelah lokal baru yang pengerjaannya dipergunakan sebagai sarana praktik oleh siswa Jurusan Bangunan.
  11. Sejak awal tahun pelajaran 1997/1998 sesuai dengan peraturan Depdikbud terbaru STM Berdikari berganti nama menjadi SMK BERDIKARI (SMK = Sekolah Menengah Kejuruan), karena semua sekolah kejuruan tingkat atas diubah menjadi SMK, maka pembedaannya ada pada jenis sekolahnya yang disebut kelompok kejuruannya. SMK Berdikari Jember masuk dalam Kelompok Teknologi dan Industri.
  12. Hingga tahun 1998 sekolah telah membeli mesin bubut sebanyak 2 unit untuk memenuhi persyaratan jumlah peralatan praktik dengan pencapaian awal/harapan (dalam kurun waktu 3 – 5 tahun sejak tahun 1996 yang lalu) dapat terpenuhi kebutuhan alat praktik dasar secara minimal, sehingga memenuhi kriteria penilaian akreditasi sekolah pada tahun 2000/2001 dengan harapan status sekolah tetap DIAKUI, namun karena krisis moneter yang melanda negara kita, maka pemenuhan maksud tersebut mendapat hambatan karena harga alat yang pada tahun 1995-1997 dapat kita beli pada saat ini telah naik berlipat.
  13. Tahun 1998 ini kita membeli trainer otomotif  berupa 1 unit engine-stand motor bensin dan 1 unit engine-stand motor diesel. Di samping membeli tanah seluas 3.000 meter-persegi lebih dan untuk pembangunan awal didahulukan bangunan ruang praktik Bangunan/Listrik, belum sampai rencana tersebut dilaksanakan sekolah mendapat Bantuan/Subsidi Peningkatan Mutu Sekolah Swasta berupa bantuan imbal swadaya untuk membangun ruang praktik sebesar Rp.40.000.000,- (empat puluh juta rupiah) dimulai bulan September 1998 dan harus sudah selesai Januari 1999. Usulan yang diajukan dan memenuhi syarat adalah untuk Bengkel Mesin, maka dengan ditambah biaya sendiri dapat dibangun satu bengkel Mesin dan satu bengkel Bangunan masing-masing seluas 144 meter-persegi
  14. Tahun 1999, sementara harga-harga masih tinggi sehingga kemampuan untuk melengkapi mesin-mesin untuk praktik Siswa belum dapat dipenuhi. Namun seiring dengan semakin bertambahnya jumlah Siswa, kekurangan ruangan baru dapat diatasi dengan membangun lokal di Kampus 2 sebanyak ruangan teori 2 (dua) local. Pada tahun ini pula, Kurikulum SMK Edisi 1999 diberlakukan, dimana salahsatu pembelajaran yang diwajibkan adalah Komputer, maka alternatif terbaik yang kita ambil sambil merencanakan pengadaan mesin-mesin dengan harga terjangkau, kita mulai pembelajaran Komputer sekaligus persiapan pengadaan sarana-prasarananya. Pada tahun ini kita ajukan penyesuaian Bidang/Program Keahlian (Jurusan/Program Studi), sehingga menjadi terdiri dari : Bidang Keahlian Teknik Bangunan dengan program keahlian Teknik Konstruksi Bangunan, Teknik Elektro dengan Teknik Instalasi Listrik serta Teknik Mesin dengan Teknik Mekanik Otomotif dan Teknik Mesin Perkakas.
  15. Tahun 2000, jumlah Siswa mencapai 1000 Siswa lebih dengan beban lokal ruangan seharusnya 27 ruang, namun baru terpenuhi 17 ruang, maka kegiatan sekolah dilaksanakan pagi dan siang. Pada tahun ini Laboratorium Komputer dapat dilaksanakan walaupun masih dengan 10 unit komputer untuk praktik Siswa Tingkat 1 dan 2, sebanyak kurang-lebih 600 Siswa. Isi bengkel Mesin ditambah dengan pembelian 4 unit mesin bubut, 1 unit mesin gergaji dan 2 unit las trafo. Bengkel Otomotif (terpaksa sementara berbagi tempat di bengkel Bangunan) ditambah 1 unit trainer kelistrikan body, disamping ada 2 unit mobil yang dapat difungsikan untuk latihan mengemudi dan angkutan kegiatan keluar.
  16. Kamis, 23 Nopember 2000 Tim Akreditasi dari Kanwil Depdiknas Propinsi Jawa Timur telah melaksanakan akreditasi. Tim yang dipimpin oleh Drs. H. Misdi Handoko dengan anggota Drs. Kayanto dan Dra. Rintis Yona telah melakukan penilaian sesuai dengan pedoman akreditasi yang ada dan menilai apa adanya yang dimiliki dan dilaksanakan oleh SMK Berdikari Jember. Hasilnya... ???Maret 2001 piagam status akreditasi telah keluar dan SMK Berdikari Jember tetap diberikan status "DIAKUI" hingga akreditasi ulang pada tahun 2005.
  17. 16 April 2001 menjadi tonggak sejarah bagi SMK Berdikari Jember, dengan diijinkannya melaksanakan EBTANAS Produktif Praktek, dimana seluruh kegiatan ujian praktek (Ujian Kompetensi) dilaksanakan di Bengkel SMK Berdikari Jember, sedangkan pada saat itu SMK/STM Swasta lainnya, hanya sebagian ujian saja yang dilaksanakan di sekolah sendiri, antara lain: SMK Teknologi Balung dan SMK PGRI 3 Tanggul ujian kerja bangku dan pemesinan dilaksanakan di LLKI Jember.
  18. Tahun 2004 jabatan Kepala Sekolah diserahterimakan dari M. Taufiq, BE. Kepada Pradoto, SH. Dalam upacara pelantikan yang dipimpin oleh Ketua Yayasan Pendidikan Teknologi Swadaya Dr. H. Marga Mandala, MP. Pada masa Pradoto, SH. SMK Berdikari Jember mendapat Dana Revitalisasi sebesar Rp.300.000.000 (tigaratus juta rupiah) dalam bentuk peralatan praktik, sehingga banyak kebutuhan peralatan terpenuhi, termasuk bisa membeli peralatan ukur digital untuk otomotif. Dan pada saat itu mulai bergulir Dana BOMM (Bantuan Operasional Manajemen Mutu) dalam bentuk keuangan untuk pembelian bahan-bahan praktik.
  19. Pada masa itu terjadi perubahan Kurikulum SMK dan terjadi perubahan Kelompok Keahlian, Bidang Keahlian, Program Keahlian; yang kemudian istilah jurusan berubah menjadi kelompok keahlian, maka pada masa itu SMK Berdikari Jember memiliki Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa, Program Keahlian terdiri dari Teknik Ketenagalistrikan dengan Program Studi Pemanfaatan Tenaga Listrik, Teknik Mesin dengan Teknik Pemesinan dan Teknik Otomotif
  20. Tahun 2007 jabatan Kepala Sekolah diserahterimakan dari Pradoto, SH. kepada H. Teguh Sugiadi, BA. Pada tahun 2007 yayasan secara swadaya membangun tambahan lokal kelas sebanyak 2 (dua) local dan tahun 2008 itu juga mendapat bantuan pembangunan 2 lokal teori baru, yang seluruhnya ditambahkan melengkapi bangunan bengkel di Kampus 2 (Kampus Atas). Kelengkapan peralatan praktikpun ditingkatkan pengadaannya, diantaranya mesin frais bisa membeli satu unit, computer pun ditambah beberapa unit agar Siswa bisa lebih mengenal perkembangan. Di tahun pelajaran 2010/2011 ditambahkan program studi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).
  21. Tahun 2009 Kurikulum SMK berubah menjadi KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang berdasar spektrum jurusan di SMK Berdikari Jember termasuk dalam Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa, Program Studi Keahlian Teknik Ketenagalistrikan dengan Kompetensi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Mesin dengan Teknik Pemesinan dan Teknik Otomotif dengan Teknik Kendaraan Ringan. Pada tahun ini pula dibuka Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan yang termasuk dalam Program Studi Keahlian Teknik Komputer dan Informatika, Bidang Keahlian Teknik Informasi dan Komunikasi.
  22. Tahun 2012 bulan Desember jabatan Kepala Sekolah diserahterimakan dari H. Teguh Sugiadi, BA. kepada Ir. H. Syuhadak, MM. Fasilitas lapangan olahraga di Kampus 1 dan Kampus 2 dipasang paving, sehingga lebih leluasa untuk berkegiatan, apalagi  hujan yang tidak menentu di masa-masa ini, jika sebelumnya menyebabkan lapangan becek sehingga olahraga tidak bisa mempergunakan, sekarang tidak lagi. Pada tahun pelajaran 2012/2013 ini program studi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan pertama kali meluluskan siswanya, dan alhamdulillah dari 27 siswa peserta ujian dapat lulus semuanya 100%, Tahun 2013 mendapat bantuan penambahan ruang kelas sebanyak 2 lokal dari APBN dan 2 lokal dari APBD Provinsi Jawa Timur yang rencananya dibangun di Kampus 1 di atas lokal 1–3 dibuat bertingkat. Pembangunan ini sudah diselesaikan dan sudah dipergunakan untuk kegiatan pembelajaran mulai Maret 2014. Di samping itu mendapat bantuan peralatan praktikum Fisika, IPA dan Kimia; dan berharap dapat membangun atau membuat sebuah Laboratorium Fisika dan Kimia, selain berangan-angan membuat Laboratorium Bahasa (Indonesia/Inggris) yang representatif di Kampus 1. Pada tahun pelajaran 2013/2014 menambah kompetensi keahlian Teknik Sepeda Motor yang semula di Semester 1 disatukan dalam Program Studi Teknik Otomotif, sehingga mulai saat itu terdapat 2 (dua) Kompetensi Keahlian yaitu Teknik Kendaraan Ringan dan Teknik Sepeda Motor.